Sambutan Aldwin Rahadian pada Seminar “Pengembangan Infrastruktur Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga”

Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) menggelar seminar bertajuk “Pengembangan Infrastruktur Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga”. Seminar diselenggarakan di Wisma PGN Bandung, Jl.Serang, Kebon waru Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/6/2018).

Presidium MD KAHMI Jawa Barat, Aldwin Rahadian memberikan sambutan. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan ucapan selamat kepada para pembicara, para anggota KAHMI dari berbagai daerah dan tamu undangan yang meluangkan waktunya untuk hadir pada seminar itu.

Terkait tema seminar, Aldwin menyampakan bahwa pemerintah kini sedang terus menggenjot pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga. Dengan tujuan bahwa pembangunan dan pengembangan Infrastruktur Jaringan gas (Jargas) untuk rumah tangga ini, akan membantu masyarakat, memacu semakin banyak rumah tangga yang memakai gas bumi, sehingga konsumsi Liquified Petroleum Gas (LPG) bisa ditekan.

“Kita ketahui bersama bahwa gas bumi adalah energi yang ramah dan murah jika disokong dengan pengembangan infrastruktur yang baik. Tanpa disubsidi saja, biaya untuk pemakaian gas bumi hanya separuh dari LPG. Lantas apa manfaat penggunaan jaringan Gas Bumi untuk rumah tangga?,” ujar Aldwin.

Menurut Aldwin, untuk para kaum Ibu Khususnya, sambungan gas ke rumah tangga tentu lebih praktis. Para ibu rumah tangga tak perlu repot-repot ke warung dan menggendong tabung gas ketika gas di rumah habis. Berbeda dengan LPG, sambungan gas langsung mengalirkan gas ke rumah-rumah. Dari segi Harga penggunaan jaringan gas tentu jadi lebih murah.

“Misalnya untuk rumah tangga, satu keluarga menghabiskan beli 3 tabung LPG, sekitar Rp 60.000 per bulan. Jika menggunakan jaringan Gas ini, satu rumah tangga hanya Rp 30.000-35.000 per bulan. Tentu Lebih hemat 40-50%, tidak perlu menenteng tabung, kkhawatir dengan bahaya kebakaran tabung gas dan lain sebagainya, karena instalasi sambungan gas rumah tangga aman jauh lebih aman,” katanya.

Ditegaskan Aldwin, dengan jaringan gas ini, sangat bermanfaat baik bagi masyarakat, maupun pelaku ekonomi, khususnya pelaku usaha kecil menengah, sehingga dapat melakukan penghematan, memaksimalkan hasil produksi, sehingga pengembangan usaha kecil juga terwujud dan dapat menumbukan kesejahteraan bagi masyarakat.

Aldwin menambahkan, tak hanya masyarakat yang diuntungkan, negara juga memperoleh manfaat dari semakin banyaknya sambungan gas ke rumah tangga.  Maka Subsidi LPG dapat ditekan, dan impor LPG juga akan dapat dikendalikan, seperti yang kita ketahui, bahwa saat ini 70 persen LPG yang dikonsumsi Indonesia berasal dari impor. Berdasarkan catatan Pertamina, konsumsi LPG Indonesia per tahun mencapai 7,5 juta metrik ton.

“Kita Keluarga besar Kahmi, tentu mendorong program positif ini kepada pemerintah khususnya Kementerian ESDM, untuk terus memperluas dan memperkuat infrastruktur jaringan gas bumi di Indonesia, khususnya di Jawa barat,” tambah Calon DPD RI Dapil Jabar ini.

Lebih lanjut, Aldwin menyampaikan bahwa KAHMI juga mendukung Upaya Kementrian ESDM bersama PGN dan seluruh stake holders dibidang gas dan energi, untuk terus melakukan pengembangan, penguatan Infrastruktur, perluasan serta penambahan Jaringan Gas dan bumi untuk rumah tangga khususnya di Lingkungan Jawa Jarat.

Dengan jumlah penduduk Jawa Barat yang besar, ditambah potensi usaha kecil menengah di Jawa Barat, Aldwin ingin, melalui penguatan Jaringan Gas untuk rumah tangga ini, dapat menghemat pengeluaran rumah tangga masyarakat, serta membantu menumbuhkan usaha kecil menengah.

“Sehingga perekonomian ddan kesejahteraan masyarakat dapat bertumbuh,” tukas Pimpinan Kongres Advokat Indonesia (K.A.I) ini.

“Saya mengucapkan, selamat berdiskusi dalam Seminar Nasional Pengembangan Infrastruktur Jaringan Gas Bumi, semoga diskusi kita hari ini , dapat mencerahkan dan memberikan inspirasi, sekaligus masukan-masukan positif dari KAHMI kepada pemerintah khususnya, agar Infrastruktur Jaringan Gas Bumi keepan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Jawa barat,” tutup Aldwi yang juga seorang Pengacara ini.

Untuk diketahui, seminar ini dihadiri Prof Dr R. Siti Zuhro Ket Presidium MN KAHMI. Dan Narasumber: Dr Ir Herman Khaeron MSi – Pimpinan Komisi VII DPR RI, Ir.Judi Prajugio MH – Komite BPH Migas,; Alimuddin Baso ST MBA- Direktur Perencanaan dan Pengembangan Infrastruktur Migas KESDM,; Ir. Dilo Seno Widagdo MM – Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT PGN Tbk. Bernasindonesia

Related Posts

Leave a Reply