Pengacara Buni Yani Persoalkan Video Pidato Ahok di Kepulauan Seribu

Pengacara Buni Yani Persoalkan Video Pidato Ahok di Kepulauan Seribu

Sidang lanjutan kasus dugaan pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani digelar di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/7). Pada sidang keenam ini Jaksa Penuntut Umum menyodorkan barang bukti berupa video pidato Basuki Tjahja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu.

Dalam persidangan ini tim pengacara Buni Yani sempat memprotes barang bukti video itu. Salah satu pengacara, Aldwin Rahadian, menganggap video itu tidak sah.

Penyebabnya, barang bukti rekaman itu pernah dijadikan barang bukti dalam sidang penodaan agama yang menjerat Ahok.Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kemudian video ini juga berbeda dengan yang ditampilkan sebelumnya.

“Kenapa tidak sejak awal, tidak ada dalam barang bukti berkas 21 Juni. Setelah kami kritisi, dan itu tidak ada keterangan. Harusnya yang sudah ada dalam barang bukti, ini tidak fair,” ujar Aldwin.

Meski begitu, majelis hakim yang diketuai M Sapto tetap memperbolehkan JPU untuk menggunakan video tersebut sebagai barang bukti.

“Karena untuk keperluan persidangan maka boleh dijadikan barang bukti, meski telah digunakan sebelumnya,” kata dia.

Akan tetapi, Sapto mengatakan, majelis hakim berjanji akan mencatat keberatan terkait video tersebut.

Pada sidang keenam kasus dugaan pelanggaran UU ITE ini, pihak JPU awalnya berencana menghadirkan3 saksi. Namun, hanya ada 2 saksi yang hadir dalam persidangan yakni Nong Darol Mahmada dan Guntur Romli.

Sementara saksi ketiga, Aryanisti Putri Basri, tidak hadir karena alasan yang tidak jelas. “Belum ada keterangan halangan apa yang menyebabkan sampai tidak hadir,” kata Jaksa. Sumber

Related Posts

Leave a Reply