2 Saksi Ahli Ditolak JPU, Penasihat Hukum Buni Yani Tanggapi Begini

2 Saksi Ahli Ditolak JPU, Penasihat Hukum Buni Yani Tanggapi Begini

Dalam sidang ke-14 Buni Yani, Jaksa Penuntut Umum sempat mengajukan keberatan atas dua saksi ahli yang dihadirkan penasihat hukum Buni Yani, Selasa (19/9/2017).

JPU mengatakan, saksi ahli yang didatangkan tidak memenuhi kriteria sebagai ahli.

Penasihat Buni Yani, Aldwin Rahadian menanggapi santai penolakan tersebut.

“Apapun terserah  alasan jaksa, mungkin karena ahli luar biasa, sehingga merasa tidak percaya diri untuk bertanya bisa juga,” ujar Aldwin Rahadian kepada wartawan.

Menurutnya, penolakan saksi atau saksi ahli sangat biasa dilakukan jaksa atau penasihat hukum.

” Penasibat hukum menolak ahli dari jaksa juga ngga apa-apa, begitu pun mereka,” kata Aldwin Rahadian.

Baginya, yang terpenting dalam pengadilan ini adalah sikap dan keputusan majelis hakim.

Ia akan mempermasalahkan penolakan saksi, jika pernyataan tersebut dikeluarkan majelis hakim.

“Yang jelas kita patuh pada keputusan majelis hakim. Kalau ditolak majelis hakim baru bermasalah,” ujar Aldwin Rahadian.

Pada saat jalannya persidangan, JPU menolak kehadiran dua ahli yang didatangkan penasihat hukum Buni Yani.

Ahli pertama, Hamdani ditolak JPU karena kapasitasnya sebagai ahli diragukan.

Sertifikat digital yang ditunjukan Hamdani pun dianggap JPU belum dapat menjadi bukti legal keahliannya.

Sedangkan saksi ahli kedua, Endang Hermawan ditolak JPU karena dianggap tidak memiliki kejelasan dalam surat penugasan dari yayasan tempat Endang Hermawan bekerja.

Agenda sidang Buni Yani hari ini adalah mendengarkan keterangan dua saksi ahli.

Sebelumnya hari ini dijadwalkan pemeriksaan Buni Yani sebagai terdakwa.

Tetapi akhirnya, pemeriksaan Buni Yani sebagai terdakwa ditunda hingga Selasa depan (26/9/2017).

Hakim ketua M. Sapto mengatakan penundaan disebabkan, banyak yang harus dikerjakan setelah jalannya sidang hari ini, termasuk berita acara pengadilan.

Related Posts

Leave a Reply